Senin, 07 Desember 2015

HIDAYAH LEWAT SEBUAH TEMBAKAN

Sebuah kisah nyata, seorang anak nasrani tertembak saat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada saat itu Kebiasaan peringatan maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Di Libanon Selatan yang mereka Rayakan secara turun temurun. Selalu dimeriahkan dengan menembakan senjata Api ke atas untuk menunjukan kegembiraan.
Ketika itu seorang anak Nasrani Dari keluarga Ghatas yang terkenal. Terlihat asyik menonton meriahnya peringatan Itu
Tanpa disadari sebuah peluru menyasar menembus kepalanya (Red : Otaknya). Anak itu pun jatuh tersungkur bersimbah darah dan seketika itu juga ibunya berteriak histeris. Maka dengan segera anaknya dilarikan ke RS. GHASAN HAMUD (RSGH)
Tetapi RSGH Angkat tangan karena tidak mampu menangani pendarahan hebat. Lantas anak itu dirujuk ke RS. AMERIKA yang memiliki banyak Dokter ahli dan spesialis. Tapi begitu melihat kondisi anak itu Mereka juga angkat tangan.
Karena panik penuh kecewa. Ibu sang anak berteriak dengan kerasnya sambil berseru :
“Di manakah engkau Hai MUHAMMAD yang mengaku sebagai Nabi ..??? Lihatlah apa yang dilakukan umatmu kepada anakku karena Merayakan hari kelahiranmu..!!!”

Sabtu, 05 Desember 2015

ANAKMU GAMBARANMU

Anakmu Mengenalkan Siapa Dirimu, Tidak Percaya? Baca di bawah ini
Sering kita mendengar bahwa anak adalah cerminan orangtuanya. Hal ini memang benar adanya. Meski banyak yang menyanggahnya, namun tak bisa dipungkiri bahwa anak mewarisi sebagian watak dan sifat dari orang tuanya.
Namun, di luar hal itu, pendidikan karakter yang ditanamkan pada anak jauh lebih penting. Bagaimana cara berkomunikasi dengan anak sejak usia dini juga akan menentukan perilaku seorang anak di masa mendatang. Selain itu, perilaku yang ditunjukkan orang tua kepada anak juga otomatis akan ditiru oleh anak.
Anak adalah cerminan orangtuanya
Setiap anak yang lahir di dunia ini ibarat sebuah kertas putih yang kosong. Orangtuanya lah yang menggoreskan tinta di atas kertas itu. Anak akan menyerap apa yang dilihatnya, terutama hal-hal yang dilakukan oleh orangtuanya, karena orangtua adalah figur atau sosok panutan yang paling dekat dengan mereka. Jadi, jika anak kecil berbuat nakal, bisa jadi itu bukan semata-mata salah anak tersebut, namun orangtua pun patut untuk berintrospeksi diri tentang caranya mendidik anak.

Jumat, 04 Desember 2015

SIAPAKAH ISTERI..???

لبِسْـــــــمِ أللَّهِ ألرَّحْمَانِ ألرَّحِيْـــم ‎
Orang selalu berkata, “Ada bekas istri atau suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua”..
Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa-mahasiswanya yang sudah berkeluarga. Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.
Professor: “Tuliskan 10 nama orang yg paling dekat denganmu.”
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orangtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.
Profesor: “Sekarang silakan pilih 7 orang di antara 10 nama tsb yang kamu benar-benar ingin hidup terus bersamanya.”
Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.
Profesor: “Silakan coret 2 nama lagi.”
Tinggalah 5 nama tersisa.
Profesor: “Coret lagi 2 nama.”
Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri dan anak. Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba-tiba Profesor itu berkata: “Silakan coret 1 nama lagi!”

Rabu, 02 Desember 2015

WASIAT EMAS PARA ULAMA MASALAH TAKFIRI

✒ Beberapa wasiat emas para ulama untuk berhati-hati dalam masalah takfiri (penfkafiran,  menfkafirkan)

1● Al-Ala bin Ziyad seorang tabi’in berkata :
“Kamu menuduh kafir orang muslim atau kamu membunuhnya itu sama saja”

2● Abu Hamid Al-Ghazali berkata :
“Yang paling penting untuk diwaspadai adalah masalah pengkafiran, karena menumpahkan darah serta merampas harta seorang muslim adalah suatu kesalahan besar. Kesalahan dalam membiarkan seribu orang kafir hidup lebih ringan daripada kesalahan dalam menumpahkan darah seorang muslim”.

3● Ibnu Abil Izzi berkata :
“Ketahuilah –semoga Allah merahmatimu- bahwa pemikiran takfir sangat banyak fitnah dan bahayanya, dan menimbulkan perpecahan.. sesungguhnya kekejian yang besar adalah menuduh bahwa Allah tidak mengampuni dan merahmati orang muslim bahkan dia kekal di dalam neraka selama-lamanya, padahal ini adalah hukum bagi orang kafir setelah mati”.

4● Ibnu Abdil Bar berkata :
“Al-Qur’an dan Sunnah melarang menuduh fasik dan kafir seorang muslim.., maka tidak boleh mengkafirkan seorangpun kecuali yang telah disepakati akan kekafirannya atau yang telah ada dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah akan hal ini”.

5● Imam Qurthubi berkata :
“Pemikiran takfir itu sangat berbahaya sekali banyak manusia yang terjerumus ke dalamnya, hingga mereka jatuh berguguran. Adapun para ulama mereka berhati-hati sekali dalam masalah ini hingga mereka itu selamat, dan tidak ada yang sebanding dengan keselamatan dalam perkara ini”.

6● Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata :

“Tidak boleh bagi seorangpun mengkafirkan seorang muslim – walaupun dia salah- hingga ditegakkan hujjah serta dijelaskan kepadanya dalil-dalil. Barangsiapa yang telah tetap keislamannya maka tidak akan luntur keislamannya itu dengan keragu-raguan bahkan tidak mungkin bisa sirna kecuali setelah tegaknya hujjah dan dihilangkan darinya syubhat”.

7● Ibnu Nashir Ad-Dimasyq berkata:

“Melaknat seorang muslim itu haram, lebih parah dari itu adalah menuduhnya kafir dan keluar dari Islam”.

8● Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata :
“Wajib bagi setiap orang yang masih mencintai dirinya untuk tidak berbicara dalam masalah takfir ini kecuali dengan ilmu dan dalil dari Allah. Hendaklah dia berhati-hati dari mengeluarkan seorang muslim dari Islam hanya dengan prasangka ataupun akal semata, karena mengeluarkan seorang muslim dari agamanya termasuk perkara besar dalan ancaman ini dan setan telah banyak menggelincirkan mayoritas manusia dalam masalah ini.

(Dinukil dari kitab Al-Hukmu Bighoiri Maa Anzallahu hal. 29-33, Diterjemahkan Abu Abdirrahman Thayyib)

.

Sabtu, 24 Agustus 2013

UNTUKMU


Aku akan ingin menjadi langit saat rumah tak lagi menjadi tempat teduh untuk hatimu,
Kan ku hadirkan hujan saat rindu mulai mendahaga dalam batinmu,
Dengan jemari teduhnya dia kan membelai wajahmu dengan lembut membasuh luka yang bersemayam,
Kehangatan mentari di ufuk timur seperti senyuman yang kan selalu ku persembahkan untuk kebahagiaanmu,
Sepanjang hari selama kau masih ingin melihatku,
Dan bila senja mulai merayap diantara lelahmu ku kan hadir sebagai pelangi yang membiaskan beragam warna cinta hanya untuk dirimu,
Mengurai kisah kasih diatas awan yang teduh,
Menjemput bintang gemintang di malam kelam,
Dan hadirkan bulan sebagai teman saat gelap mulai mengetuk letih dan menutup kedua bola mata indahmu.

Jumat, 01 Februari 2013

TUGAS MANUSIA ADALAH MENCIPTAKAN KEBAIKAN

"Belajarlah melihat sisi baik dari setiap orang, karena semua orang memiliki peran yang berarti bagi orang lain."

"Keinginan ALLAH itu sederhana. Jadilah jiwa baik yang mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi sesama."

"Bila kita Emosi, percayalah itu tidak akan memberikan apapun terhadap kita. Justru hanya akan mengambil selurah kebaikan dan kebahagian kita."

.

Rabu, 04 Juli 2012

HIJAU UNTUK BINTANG




Aku berjalan di padang
hatimu.
Menapaki hijau asmara
berdua.
Hingga mentari telah jemu.
Dan senja resah tiada ceria.

Kuhirup sayup-sayup
nafasmu.
Berderu bercampur deru ilalang.
Bersatu dalam setapak
kalbu.
Hingga rerumputan asyik berbincang.

Minggu, 03 Juni 2012

RASA INI, KAMU




Sampai saat ini aku masih.
berjalan di tengah kegelapan.
di dalam jiwa yang sepi.
di kehampaan hati.
di kesunyian malam.

aku masih.
mencari sebuah rasa.
rasa yang membuat aku mampu bahagia.
rasa yang membuatku menjadi bergairah.
rasa yang sampai saat ini aku tak tau artinya.

aku masih.
mencari sebuah arti.
arti dari rasa ini.
rasa yang susah untukku mengerti.
rasa yang membelenggu jiwa ini.

SESINGKAT CAHAYA MATAHARI




Ya Allah…
Ini adalah do’aku..
Ini adalah keinginanku…
Ini adalah sebuah permintaanku..
Ya Allah..
Jadikan hariku disini menjadi sebuah kebaikan untukku..
Aku terlalu dangkal untuk menyelam dalam lautan ilmumu..
Aku terlalu kecil untuk menyebrangi Panjangnya jembatan Kuasamu…
Aku masih terlalu kerdil untuk menggapai semua anganku…

AKU INGIN MENCINTAINYA KARENAM-MU




Ya Allah…
jika aku mulai mencintainya, ijinkan aku hanya diam.
Jika aku mulai berangan tentangnya, ijinkan aku memendam.
jika aku mulai berharap banyak akan hidupnya, ijinkan aku untuk memadamkan.
rasa ini sungguh bagiku memalukan.